<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>canggih.web.id &#187; jquery</title>
	<atom:link href="http://canggih.web.id/tag/jquery/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://canggih.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 12:39:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>jQuery vs MooTools, pilih mana?</title>
		<link>http://canggih.web.id/jquery-vs-mootools-pilih-mana/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/jquery-vs-mootools-pilih-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2010 14:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[javascript]]></category>
		<category><![CDATA[jquery]]></category>
		<category><![CDATA[mootools]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para pengembang website, terutama yang fokus pada sisi desain, tentu tidak asing lagi dengan jQuery dan MooTools, javascript library yang memberi kemudahan dan kecepatan dalam menggunakan javascript. Dengan memanfaatkan library tersebut, kita dapat membuat website dengan tampilan yang memukau dengan code yang relatif sedikit. Tentu menjadi sangat menarik untuk diterapkan. Kalau kita perhatikan, banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="size-thumbnail wp-image-207 alignleft" title="images (1)" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/10/images-1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></p>
<p>Bagi para pengembang website, terutama yang fokus pada sisi desain, tentu tidak asing lagi dengan jQuery dan MooTools, javascript library yang memberi kemudahan dan kecepatan dalam menggunakan javascript. Dengan memanfaatkan library tersebut, kita dapat membuat website dengan tampilan yang memukau dengan code yang relatif sedikit. Tentu menjadi sangat menarik untuk diterapkan.</p>
<p><span id="more-206"></span></p>
<p>Kalau kita perhatikan, banyak sekali perdebatan antara para pengguna tentang mana yang lebih baik, apakah jQuery atau MooTools, dengan alasan masing-masing. Untuk memulai perbandingan ini, saya ambil kalimat kunci dari masing-masing library.</p>
<p>jQuery dalam websitenya menampilkan kalimat :</p>
<blockquote><p><em>jQuery is a fast and concise JavaScript Library that simplifies HTML document traversing, event handling, animating, and Ajax interactions for rapid web development. jQuery is designed to change the way that you write JavaScript.</em></p></blockquote>
<p>Sedangkan MooTools menggunakan kalimat :</p>
<blockquote><p><em>MooTools is a compact, modular, Object-Oriented JavaScript framework designed for the intermediate to advanced JavaScript developer. It allows you to write powerful, flexible, and cross-browser code with its elegant, well documented,</em></p></blockquote>
<p>Sebenernya dari kalimat yang ditampilkan di masing-masing website nya, dapat kita ambil kesimpulan, bahwa pada dasarnya kedua library dibuat untuk tujuan yang berbeda. Pada jQuery, dapat kita garis bawahi bahwa jQuery adalah suatu library javascript yang menyederhanakan penggunaaan dokumen HTML. JQuery dibuat sebagai library untuk menyederhanakan, itulah inti yang sebenarnya. Sedangkan pada MooTools, ternyata cukup berbeda dari jQuery, yaitu bahwa MooTools adalah suatu obyek oriented javascript framework yang didesain untuk developer. MooTools bukan hanya sebuah library, tapi sudah berupa framework.</p>
<p>Perbedaan konsep diatas jelas mempengaruhi kemampuan dari masing-masing tools diatas.Aaron Newton dalam webnya di <a href="http://jqueryvsmootools.com/">http://jqueryvsmootools.com/</a> menjelaskan secara panjang lebar tentang perbedaan diantara keduanya yang bisa dibilang sangat mencolok. Satu hal yang menarik bagi saya dari penjelasan beliau adalah bahwa</p>
<blockquote><p>jQuery Makes the DOM More Fun</p>
<p>MooTools Makes JavaScript Itself More Fun</p></blockquote>
<p>Jadi memang jQuery hanya fokus pada bagaimana membuat DOM (Document Object Model) lebih menyenangkan dan mudah digunakan. Dengan sintax yang sederhana, kita dapat dengan mudah membuat website kita semakin cantik dengan jQuery.</p>
<p>Kemudian MooTools, tidak fokus pada DOM tetapi ke Javascript itu sendiri. Hal ini sangat cocok digunakan oleh para developer yang memang menggunakan javascript. Mungkin jika dibandingkan dengan jQuery, maka sintax dari MooTools akan terlihat lebih rumit dan tidak efisien, tetapi hal itulah  konsep dari MooTools adalah mempermudah penggunaan javascript, bukan hanya DOM nya saja. Bagi pengguna yang terbiasa hal simpel dan mudah, maka jQuery adalah jawabannya. Tetapi bagi para pengguna yang memang ingin terjun di dunia coding javascript, tentu akan lebih baik menggunakan mootools.</p>
<p>Satu hal yang jelas adalah pada dasarnya baik jQuery dan MooTools memiliki fokus yang agak berbeda, jadi agak sulit untuk dibandingkan secara umum. Kalau kita bahas tentang masalah kecepatan, maka hal itu akan menyinggung selector engine yang digunakan, JQuery menggunakan SizzleJS sedangkan MooTools menggunakan Slick. Menurut benchmarking yang saya dapat, antara kedua selector engine tersebut kemampuannya hampir sama, jadi dari sisi kecepatan, memang jQuery dan MooTools bisa dianggap setara.</p>
<p>Mau pilih mana? Terserah selera Anda&#8230;</p>
<p>Referensi :</p>
<p><a href="http://jqueryvsmootools.com/">http://jqueryvsmootools.com/</a></p>
<p><a href="http://blog.frontendforce.com/2010/05/jquery-vs-mootools-nightly-benchmark/">http://blog.frontendforce.com/2010/05/jquery-vs-mootools-nightly-benchmark/</a></p>
<p><a href="http://mootools.net/">http://mootools.net/</a></p>
<p><a href="http://jquery.com/">http://jquery.com/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/jquery-vs-mootools-pilih-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Glimmer, sebuah jQuery development tool</title>
		<link>http://canggih.web.id/glimmer-sebuah-jquery-development-tool/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/glimmer-sebuah-jquery-development-tool/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 12:28:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[glimmer]]></category>
		<category><![CDATA[jquery]]></category>
		<category><![CDATA[tool]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Setelah susah-susah googling, mencari visual tools untuk jquery, akhirnya ketemu juga. Glimmer merupakan Interactive Design Tool untuk jquery yang memungkinkan kita untuk menggunakan jquery dengan visual. Penggunaan Glimmer ini sangat memudahkan para developer karena didalamnya telah tersedia wizard untuk membantu men-generate suatu code jquery. Dengan adanya wizard yang ada, tentunya akan sangat meminimalkan interaksi kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/03/image.png"><img class="size-thumbnail wp-image-81 alignleft" title="image" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/03/image-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a> Setelah susah-susah googling, mencari visual tools untuk <strong>jquery</strong>, akhirnya ketemu juga. <strong>Glimmer</strong> merupakan <em>Interactive Design Tool</em> untuk jquery yang memungkinkan kita untuk menggunakan jquery dengan visual. Penggunaan Glimmer ini sangat memudahkan para developer karena didalamnya telah tersedia wizard untuk membantu men-generate suatu code jquery. Dengan adanya wizard yang ada, tentunya akan sangat meminimalkan interaksi kita dengan code-code javascript dalam jquery.</p>
<p><span id="more-82"></span></p>
<p>Hal tersebut terungkat dalam semboyan dari Glimmer yaitu <strong>write none, do more </strong>yang merupakan semacam pengembangan dari semboyan jQuery yaitu <strong>write less, do more.</strong></p>
<p>Tampilan dari Glimmer sangat user friendly dan dengan didukung pula dengan jendela yang menurut saya cukup smooth.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/03/glim1s.png"><img class="size-full wp-image-83 aligncenter" title="glim1s" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/03/glim1s.png" alt="" width="452" height="339" /></a></p>
<p>Meskipun demikian, menurut saya, bila menggunakan Glimmer ini, kita jadi kurang leluasa dalam mengeksplor seluruh kemampuan dari jQuery, karena kita telah dituntun dengan wizard yang sudah ada.</p>
<p>Glimmer ini dapat diunduh secara gratis di <a title="website ini" href="http://code.msdn.microsoft.com/glimmer" target="_blank">http://code.msdn.microsoft.com/glimmer</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/glimmer-sebuah-jquery-development-tool/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

