Sekilas tentang Ibn al Haytham/Alhazen
Di Barat beliau dikenal sebagai Alhazen, Alhacen, atau Alhazeni. Nama Alhazen didapat dari nama beliau Al Hasan. Abu Ali al-Hasan bin al-Hasan Ibn al-Haytham, nama asli beliau, adalah seorang ilmuwan muslim sekaligus orang pertama yang menguji hipotesis dengan eksperimen diverifikasi, mengembangkan metode ilmiah lebih dari 200 tahun sebelum ilmuwan Eropa mengetahui hal itu. Bahkan ilmuwan-ilmuwan Eropa pun menggunakan buku-buku beliau.
Ibn al-Haytham lahir di Basra pada tahun 965, pertama kali belajar teologi, beliau berusaha namun gagal untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan antara sekte Shi’ah dan Sunnah. Ibn al-Haitham kemudian mengalihkan perhatian pada karya-karya Yunani kuno filsuf dan matematikawan, termasuk Euclid dan Archimedes. Ibn al-Haitham adalah orang pertama yang menerapkan aljabar geometri, mendirikan cabang matematika yang dikenal sebagai geometri analitik.
Pada studi besar tentang cahaya dan penglihatan, Kit?b al-Manâzir (Book of Optics), Ibn al-Haytham mengajukan setiap hipotesis ke pengujian fisik atau bukti matematis. Untuk menguji hipotesis bahwa “cahaya dan warna tidak berbaur di udara,” misalnya, Ibn al-Haytham merancang kamera pertama di dunia, mengamati apa yang terjadi ketika cahaya sinar yang berpotongan di lubangnya, dan mencatat hasilnya. Sepanjang pengamatannya, Ibn al-Haytham mengikuti semua langkah-langkah metode ilmiah.
Kitab al-Manazir telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, De aspectibus dan dihubungkan dengan Alhazen pada akhir abad ketiga belas di Spanyol. Salinan buku tersebut beredar di seluruh Eropa. Roger Bacon, yang kadang-kadang dikreditkan sebagai ilmuwan pertama, menulis sebuah ringkasan dari Kitab al-Manazir berjudul Perspectiva (Optik) sekitar dua ratus tahun setelah meninggalnya Alhazen.
Ibn al-Haytham mengadakan banyak eksperimen untuk meneliti sifat-sifat cahaya selama 10 tahun selama beliau dipenjara sebagai orang gila di Cairo. Bagaimana Ibn al-Haytham datang ke Mesir, mengapa beliau dikatakan sebagai orang gila, dan bagaimana penemuannya menjadi suatu revolusi ilmiah, semuanya dijawab oleh Bradley Steffens dalam Ibn al-Haytham: First Scientist, the world’s first biography of the Muslim polymath.
Ibn al-Haytham sangat terkenal dalam hal fisika optic. Bahkan beliau disebut-sebut sebagai pionir dalam bidang tersebut. Salah satu hal yang sangat dikenal dari beliau adalah Alhazen’s Problem yang berbunyi :
Given a light source and a spherical mirror, find the point on the mirror were the light will be reflected to the eye of an observer.
Selain itu, Ibn al-Haytham memiliki banyak karya-karya lain yang sangat member pengaruh pada dunia ilmiah, diantaranya :
- Book of Optics
- Analysis and Synthesis
- Balance of Wisdom
- Corrections to the Almagest
- Discourse on Place
- Exact Determination of the Pole
- Exact Determination of the Meridian
- Finding the Direction of Qibla by Calculation
- Horizontal Sundials
- Hour Lines
- Doubts Concerning Ptolemy
- Maqala fi’l-Qarastun
- On Completion of the Conics
- On Seeing the Stars
- On Squaring the Circle
- On the Burning Sphere
- On the Configuration of the World
- On the Form of Eclipse
- On the Light of Stars
- On the Light of the Moon
- On the Milky Way
- On the Nature of Shadows
- On the Rainbow and Halo
- Opuscula
- Resolution of Doubts Concerning the Almagest
- Resolution of Doubts Concerning the Winding Motion
- The Correction of the Operations in Astronomy
- The Different Heights of the Planets
- The Direction of Mecca
- The Model of the Motions of Each of the Seven Planets
- The Model of the Universe
- The Motion of the Moon
- The Ratios of Hourly Arcs to their Heights
- The Winding Motion
- Treatise on Light
- Treatise on Place
- Treatise on the Influence of Melodies on the Souls of Animals
Ibn al-Haytham meninggal tahun 1040 di Cairo.
Referensi :
http://www.ibnalhaytham.net/
http://www-history.mcs.st-and.ac.uk/Biographies/Al-Haytham.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Alhazen