Sebuah rekam jejak yang berawal di akhir
antara pagi dan siang
dalam hati selalu terngiang
suatu seni yang tak berkubang
tatkala rasa tidur menyerang
tatkala semua jiwa mengerang
tatkala tiap pikiran berperang
semut2 ini membanting tulang
bersama kawan2 pejuang
tanpa keris dan parang
belum tahu siapa yang menang
kenapa menunggu garis itu datang?
kenapa menunggu malam menjelang?
apakah kita seperti ini memang
selalu bekerja diakhir, Bang?
atau tak ada waktu untuk dibuang?
meskipun tak seindah kembang
dan tak sedahsyat ledakan Big Bang
perlulah kita buat ini dikenang
layaknya cahaya bulan yang terang
menjadi ukiran tuk dibawa pulang
tak usahlah berucap sayang
karena kita harus tetap berjuang
tak peduli itu ikan atau kerang
mari kita selesaikan semua yang kurang
agar semua pihak merasa senang
kosong satu kosong empat satu kosong