Perang semut dalam rumahku

Repost Sabtu, 01 Des 2007 04:51:24

Suatu malam, ketika aku sedang berpusing-pusing belajar untuk menghadapi UM-UGM, entah matapelajaran apa yang kupelajari saat itu, yang jelas aku sudah agak bosan mengerjakan soal-soal. Tanpa sengaja aku alihkan pandanganku ke lantai dekat kakiku. Pertama kulihat, tidak ada yang istimewa karena cuma ada segeromolan semut yang sedang berbaris, pemandangan yang sangat biasa, pikirku saat itu.

Tapi lama kelamaan, pandangan yang biasa itu berubah menjadi pandangan yang sama saat aku mengerjakan soal ulangan matematika. Kuperhatikan dengan sangat teliti, sampai-sampai kepalaku hampir menyentuh lantai.
Subhanallah, aku menyaksikan hal yang selama ini hanya kuketahui dari buku, sekarang benar-benar terjadi di depan mataku. Peristiwa yang membuatku terkagum-kagum dan bahkan meluluh-lantahkan semangatku untuk belajar.

Pertama aku lihat seekor semut yang menghampiri remahan roti. Beberapa saat kemudian datang kawan-kawannya dalam jumlah yang lumayan banyak berbaris menghampiri remahan roti tersebut. Mereka bersama-sama hendak membawa remahan itu ke dalam sarang meraka. Tapi bukan itu yang menarik perhatianku, melainkan ketika ada rombongan semut dari arah yang lain datang.
Seperti bertemunya dua kelompok yang saling bermusuhan, kelompok semut yang baru datang itu langsung berusaha menghampiri makanan yang hendak dibawa kelompok pertama. Dan,tawuran antar kelompok pun tak terelakkan. Pernah kudapat info bahwa menurut para ilmuwan,semut merupakan hewan dengan cara berperang yang paling dahsyat. Dan itu, berhasil kulihat waktu itu, walau tak sedahsyat menurut para ilmuwan. Kelompok semut pertama membentuk formasi bertahan(seperti dinding berjalan) untuk melindungi semut yang membawa makanan. Sedangkan kelompok kedua menyerang frontal seperti hujan meteor,sambil mendorong/menarik dinding bertahan untuk menyingkir dan semut yang lain menerobos lewat celah yang ditinggalkan untuk mengambil makanan. Mungkin agak mirip dengan pertandingan rugby tanpa aturan, tapi sangat menonjolkan kekompakan tim.

Mereka melakukan itu terus menerus,sampai akhirnya pandanganku tertutup oleh meja,sehingga peristiwa itu tidak bisa kusaksikan lagi dan pemenangnya pun tak kuketahui. Tapi, peristiwa yang berlangsung cukup lama (sekitar 5-10 menit) itu cukup menghiburku. Mungkin ceritaku diatas terlihat melebih-lebihkan, tapi menurutku itu cukup pas untuk melukiskan keadaan yag terjadi. Setelah itu, aku malah jadi semangat untuk belajar lagi(tak mau kalah dari semut).

Tags: ,
  • nela

    haaa.. dasar canggih. :D

    • http://canggih.web.id admin

      hehehe…:D