<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>canggih.web.id</title>
	<atom:link href="http://canggih.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://canggih.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 12:39:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penyebab baterai laptop drop</title>
		<link>http://canggih.web.id/penyebab-baterai-laptop-drop/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/penyebab-baterai-laptop-drop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 12:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[baterai drop]]></category>
		<category><![CDATA[laptop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Apakah baterai laptop anda telah drop? Baru dipakai kurang dari satu jam tapi sudah minta charge? Atau malah lebih parah lagi? Disini saya mencoba meluruskan anggapan SALAH yang terlanjur beredar di masyarakat tentang baterai serta informasi-informasi sangat penting terkait hal tersebut. Baterai yang digunakan pada laptop kita berjenis Li-ion (Lithium-ion, tidak saya bahas detailnya karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah baterai laptop anda telah drop? Baru dipakai kurang dari satu jam tapi sudah minta charge? Atau malah lebih parah lagi?<br />
Disini saya mencoba meluruskan anggapan SALAH yang terlanjur beredar di masyarakat tentang baterai serta informasi-informasi sangat penting terkait hal tersebut.</p>
<p><span id="more-334"></span><br />
Baterai yang digunakan pada laptop kita berjenis Li-ion (Lithium-ion, tidak saya bahas detailnya karena tulisan ini tidak fokus pada hal tersebut) yang bekerja karena adanya pergerakan ion. Idealnya, mekanisme yang digunakan memungkinkan baterai untuk dapat digunakan selamanya, tapi jelas itu tidak mungkin. Suatu ketika baterai pasti mengalami apa yang kita sebut sebagai baterai drop atau ada juga yang menyebut battery aging (selanjutnya saya sebut penuaan). Setidaknya ada 4 faktor yang MEMPERCEPAT proses penuaan tersebut. Disini saya tidak akan membahas detail teknis, tetapi hanya sekedar overview saja.</p>
<p><strong>1. Cycle count limit (battery life cycle)</strong></p>
<p>Faktor ini merupakan faktor alamiah yang dimiliki tiap baterai. Jadi, kita tidak mungkin menambah batasan cycle count yang dimiliki baterai. Lalu, apakah cycle count itu? Ketika kita menggunakan laptop dari full charge sampai nyaris habis, kemudian kita charge sampai full lagi, itu dihitung sebagai 1 cycle. Dengan kata lain 1 cycle = 1 charge + 1 discharge. Perhitungan tersebut tidak selalu dalam satu waktu, jadi misal hari ini 1 charge kemudian beberapa hari kemudian baru 1 discharge, itu baru dihitung 1 cycle.</p>
<p>Nah, ada spa dengan cycle count ini? Semua baterai Li-ion memiliki batasan maksimal cycle count sebelum baterai akan mulai menua (berkurang kapasitasnya), sekali lagi hal ini alami. Batasan cycle count tiap baterai berbeda-beda, tergantung pabrik pembuatnya dan jenis baterainya. Setahu saya, rata-rata cycle count baterai laptop adalah berkisar antara 300-500, meskipun Apple mengklaim bahwa mac book pro buatannya memiliki cycle count sampai 1000. Kira-kira sudah paham kan arah tulisan saya? Intinya adalah jika kita sering charge-discharge laptop kita, secara otomatis akan mempercepat penuaan baterai laptop. Ketika cycle count mencapai batasan yang ditetapkan pabrik, maka kapasitas baterai akan turun hingga 80% dan berangsur-angsur akan terus turun. Untuk mengetahui cycle count baterai laptop anda saat ini, bisa menggunakan software (cari di internet ya).</p>
<p>Oleh karena itu, saya tekankan, jika kita charge laptop sampai penuh, kemudian kita cabut powernya kemudian kita gunakan sampai habis, kemudian charge lagi, itu sama saja tindakan &#8220;mempercepat penuaan&#8221;, tindakan yang cukup konyol tapi sering orang lakukan. Kita asumsikan batasannya 300 dan misalnya kita melakukan 1 cycle tiap hari, maka hitungan kasarnya setelah 1 tahun baterai akan &#8220;habis&#8221;. Masuk akal kan? Sehingga akan lebih aman jika sebisa mungkin kita charge laptop dan tidak perlu dilepas powernya ketika telah full. Banyak orang takut alasannya karena akan terjadi overcharge, tapi hal itu sudah bukan masalah pada laptop jaman sekarang. Jadi, keep charging!</p>
<p><strong>2. DoC (Depth of Charge)</strong></p>
<p>Hal lain yang juga berpengaruh adalah DoC atau kedalaman charge. Dalam jumlah cycle count yang sama, jika kita charge laptop ketika baterai tinggal 10% dibandingkan dengan ketika baterai tinggal 50% misalnya, hasilnya akan berbeda, dan itu berpengaruh terhadap daya tahan baterai. Sebuah riset menunjukkan bahwa semakin banyak sisa power baterai ketika mulai charge, maka akan semakin baik untuk usia baterai. Jadi charging ketika sisa tinggal 90% akan jauh lebih baik dibanding charging ketika sisanya tinggal 10%. Yup, sekali lagi memang lebih baik charging setiap saat.</p>
<p><strong>3. SoC (State of Charge)</strong></p>
<p>Ketika laptop tidak digunakan dalam waktu yang lama, sekitar 1 bulan, maka dianjurkan untuk kondisikan baterai pada state of charge sekitar 40%, atau setidaknya 50%. State of charge adalah istilah untuk sisa power yang ada dalam baterai. Akan cukup riskan bagi baterai jika disimpan dalam waktu lama dalam kondisi full charged, yang akan berakibat pada berkurangnya usia baterai secara signifikan. Hal ini terlepas dari apakah baterai dilepas dari laptop maupun tidak.</p>
<p><strong>4. Temperature</strong></p>
<p>Hampir semua peralatan elektronik pasti memiliki batas maksimal temperatur, begitu juga dengan baterai. Panas yang berlebihan memang tidak berpengaruh pada cycle count, tapi dapat merusak baterai secara langsung. Sebisa mungkin jangan sampai panas baterai melebihi 30 derajat celcius. Oleh karena itu, harap diperhatikan pemakaian laptop anda, apakah sirkulasi udaranya bagus atau tidak, dan juga jangan meletakkan laptop pada tempat dengan suhu tinggi. Saya yakin poin ini semua orang pasti sudah tahu.</p>
<p><strong>5. Voltage </strong></p>
<p>Setiap baterai laptop memiliki stander voltase yang berbeda-beda. Terkait dengan hal tersebut, yang saya tekankan adalah selalu gunakan charger yang benar-benar sesuai. Beda charger (beda pabrik pembuat) sangat dimungkinkan memiliki voltase yang berbeda meskipun diklaim untuk laptop yang sama. Jika voltase charger yang digunakan dibawah standar baterai pada laptop kita, itu relatif aman, tetapi jika lebih tinggi akan berbahaya untuk baterai, dapat mengakibatkan kerusakan. Jadi, gunakan selalu charger yang original bawaan dari laptop.</p>
<p>Sekedar berbagi informasi, semoga bermanfaat. Jika ada yang mau didiskusikan, silakan.</p>
<p><strong>Referensi :</strong><br />
<strong><a href="http://batteryuniversity.com/">http://batteryuniversity.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/penyebab-baterai-laptop-drop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klipping Harian Jogja : Berbagi di Tasyakuran Ubuntu</title>
		<link>http://canggih.web.id/klipping-harian-jogja-berbagi-di-tasyakuran-ubuntu/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/klipping-harian-jogja-berbagi-di-tasyakuran-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 04:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[harjo]]></category>
		<category><![CDATA[klipping]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Artikel yang dimuat di Harian Jogja 29 Mei 2011 ini sebenarnya adalah gabungan 2 artikel saya di blog ini, yaitu tentang Release Party di STTA serta di UNS. Dua artikel tersebut digabungkan oleh mas Dedy dan hasilnya adalah dibawah ini : Semoga bermanfaat :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel yang dimuat di Harian Jogja 29 Mei 2011 ini sebenarnya adalah gabungan 2 artikel saya di blog ini, yaitu tentang Release Party di STTA serta di UNS. Dua artikel tersebut digabungkan oleh mas Dedy dan hasilnya adalah dibawah ini :</p>
<p><span id="more-321"></span></p>
<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00592-k.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-322" title="DSC00592-k" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00592-k.jpg" alt="" width="570" height="1000" /></a></p>
<p>Semoga bermanfaat :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/klipping-harian-jogja-berbagi-di-tasyakuran-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibalik perjalanan ke Solo</title>
		<link>http://canggih.web.id/dibalik-perjalanan-ke-solo/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/dibalik-perjalanan-ke-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 21:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tulisan sebelumnya, saya menceritakan tentang acara dalam Linux Release Party di UNS, untuk tulisan ini saya ceritakan kisah-kisah menarik dibalik perjalanan kami ke UNS pulang-pergi. Dimulai ketika malam sebelum hari-H, saya dan Radit merencanakan perjalanan ke UNS bersama seorang teman, jadi kami bertiga. Radit dan temannya berencana berangkat dari kos jam 8 pagi, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam tulisan sebelumnya, saya menceritakan tentang acara dalam Linux Release Party di UNS, untuk tulisan ini saya ceritakan kisah-kisah menarik dibalik perjalanan kami ke UNS pulang-pergi.</p>
<p><span id="more-319"></span>Dimulai ketika malam sebelum hari-H, saya dan Radit merencanakan perjalanan ke UNS bersama seorang teman, jadi kami bertiga. Radit dan temannya berencana berangkat dari kos jam 8 pagi, lalu menjemput saya, harusnya sekitar jam 8.20 sudah sampai rumah saya. Pagi harinya, saya tunggu sampai hampir jam 9, kok belum ada kabar dari Radit, wah sesuai perkiraan ni molornya..hehe&#8230;ternyata teman Radit itu susah dihubungi, baru kuketahui setelah pulang dari Solo bahwa dia ketiduran &amp; HP nya di -charge..hehe..Kamipun berangkat berdua.</p>
<p>Sampai di Solo, kami baru sadar bahwa tidak ada yang pernah ke UNS sebelumnya..hehe&#8230;dan dasar orang teknologi, kami pun tidak bertanya orang lain tapi bertanya ke GPS. Awalnya agak susah juga nyari UNS di peta, tapi asal coba-coba sajalah. Kami berboncengan menelusuri jalan dengan saya sebagai penunjuk jalan dibelakang (tentunya dengan bantuan GPS). Hal itulah yang menyebabkan kami sampai di UNS sudah jam 11.30, terlambat 2,5 jam dari acara awal, tapi bukan masalah, kan tamu undangan :D.</p>
<p>Kami pun mengikuti acara yang diadakan di Gedung A FKIP UNS lantai 2 tersebut. Menurut jadwal, acara selesai pukul 15.00, tapi sudah pukul 15.30 acara belum selesai, padahal saya harus pulang ke jogja sedangkan Radit juga pulang ke asalnya..hehe&#8230;akhirnya kami minta ijin pada panitia untuk meninggalkan acara sebelum selesai. Sebelumnya sempat nyari info tentang stasiun terdekat dan jadwal kereta Pramex, maklum saya ke jogja sendiri. Stasiun Solojebres ternyata cukup dekat dengan UNS, dan jadwal Pramex terdekat berangkat pukul 16.05, saat itu sudah jam 15.40, kami pun bergegas pergi, walaupun belum tahu arah stasiunnya. Kembali bermodal GPS, nekat lagi asal menelusuri rel kereta api, alhamdulillah ketemu juga stasiunnya. Radit pun meneruskan perjalanan melewati hutan belantara (kata dia lho), sedangkan saya berlari mengejar kereta Pramex yang sudah akan berangkat.</p>
<p>Ketika sampai di stasiun, tanpa melihat jam, langsung menuju loket kemudian bergegas masuk kereta yang sudah menunggu. Baru setelah duduk, lihat jam, alhamdulillah masih menunjuk 16.00&#8230;lega juga&#8230;Sesaat agak heran, sabtu sore begini kok keretanya sepi ya, ah tapi tidak kupikir lagi, capek.</p>
<p>Sampai di SoloBalapan, ternyata penumpang naik banyak sekali, ditambah lagi di stasiun Purwosari, dan akhirnya saya pun berdiri (di karcis tulisannya tanpa tempat duduk kok). Kereta pun berisi penuh penumpang, sampai berdiri pun penuh, jadi teringat almarhum kereta legendaris Purbaya yang sering saya gunakan dulu waktu kecil untuk ke rumah eyang. Tapi ada hiburan juga, bayi sekitar 10 bulan di samping yang lucu dan imut-imut..hehe</p>
<p>Tak terasa kereta telah sampai di Kalasan, dan saya merencanakan turun di Stasiun Maguwo (dekat bandara). Ketika kereta berhenti dan pintu terbuka, saya luar biasa kaget. Penumpang yang akan naik buanyak sekali!! Padahal kereta sudah sesak begini!! Sesaat mencium ada yang tidak beres. Setelah melewati desakan-desakan puluhan manusia di kereta, alhamdulillah bisa keluar juga.</p>
<p><img src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00501.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Karena kereta sudah penuh sekali, akhirnya tidak semua penumpang bisa naik, dan memilih menggunakan bus. Suasana sempat chaos karena pihak stasiun sepertinya tidak memperkirakan kondisi semacam ini. Tetapi kasihan juga balita dan anak-anak jika harus berdesak-desakan di kereta. Kereta pun berangkat menyisakan bergelintir orang yang harus menerima kenyataan tidak diangkut kereta.</p>
<p>Penasaran, saya menemui Kepala Perjalanan Stasiun Maguwo untuk bertanya tentang hal yang barusan terjadi. Beliau menjelaskan bahwa para penumpang yang akan naik tersebut adalah rombongan dari Salatiga yang hendak menuju Solo. Lho, saya kaget, mau ke Solo kok naik kereta menuju Jogja? Ternyata itu strategi dari beliau. Jadi, rombongan ikut ke Jogja biar ketika kereta balik ke Solo, mereka sudah dapat tempat duduk begitu. Wah pinter juga bapak ini..hehe&#8230;.Rombongan tersebut datang tiba-tiba ke stasiun tanpa pesan tiket terlebih dahulu, padahal jumlahnya banyak sekali, klo tidak salah 1 bus besar. Hal itu yang menyebabkan pihak stasiun agak panik, kata beliau. Harusnya kan ada pemberitahuan dulu kalau rombongan seperti itu. Resikonya, tidak semua bisa diangkut.</p>
<p><img src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00503.jpg" alt="" width="300" height="400" /></p>
<p>Setelah semua jelas, saya meninggalkan stasiun menuju shuttle trans jogja. Saya datang bersamaan dengan trans jogja 1A menuju prambanan, yang akan saya naiki, datang. Dengan tergesa-gesa saya beli tiket, tapi di ruang tunggu sesak calon penumpang. Petugas memberi kode &#8220;Prambanan&#8230;prambanan&#8230;&#8221;, saya sudah jawab &#8220;Prambanan pak..&#8221; sambil melewati desakan penuh orang di ruangan. Tetapi, petugas tidak mendengar dan bus pun meninggalkan tempat beberapa mili detik sebelum saya sampai depan pintu&#8230;waduh&#8230;yang saya heran kenapa calon penumpang lain tidak meneruskan jawaban saya&#8230;malah setelah bus pergi, bapak-bapak di dekat pintu tersenyum pada saya, mungkin beliau berpikir, kasian banget ni orang. Alhamdulillah setelah 5 menit, bus 1A datang, dan dengan langkah mantap saya menuju bus sambil berucap dalam hati, saya duluan ya mas mbak pak bu :P</p>
<p>Sampai rumah, masih sempat nulis 2 artikel, sebelum tertidur di depan laptop.</p>
<p>Sekian, semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/dibalik-perjalanan-ke-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reportase : Linux Release Party di UNS</title>
		<link>http://canggih.web.id/reportase-linux-release-party-di-uns/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/reportase-linux-release-party-di-uns/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 09:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[release party]]></category>
		<category><![CDATA[uns]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 21 Mei, saya menemani Radite Putut mewakili Komunitas Ubuntu Jogja, memenuhi undangan dari KPLI Solo untuk menghadiri Linux Release Party di UNS. Acara dimulai pukul 9 pagi, tapi karena ada berbagai halangan, kami baru sampai di UNS pukul 11.30, jadi kami melewatkan sesi pertama dari acara ini. Keseluruhan acara ini ada 4 sesi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 21 Mei, saya menemani Radite Putut mewakili Komunitas Ubuntu Jogja, memenuhi undangan dari KPLI Solo untuk menghadiri Linux Release Party di UNS. Acara dimulai pukul 9 pagi, tapi karena ada berbagai halangan, kami baru sampai di UNS pukul 11.30, jadi kami melewatkan sesi pertama dari acara ini. Keseluruhan acara ini ada 4 sesi yang dijadwalkan berakhir pukul 15.00.</p>
<p><span id="more-313"></span></p>
<p>Sesi pertama adalah <strong>Natty &amp; Celadon Release Party</strong>. Dimana Natty adalah codename Ubuntu 11.04 sedangkan Celadon adalah codename OpenSuse 11.4. Kami tidak mengikuti acara ini, sehingga tidak dapat menjelaskan lebih detail.</p>
<p>Kemudian dilanjutkan sesi kedua yaitu <strong>Open Source for Medical. </strong>Disini pembicara menjelaskan bagaimana kaitan antara dunia IT dengan medis, penggunaan software-software untuk membantu bidang medis dan sebagainya. Beliau mengutarakan bahwa, dunia medis saat ini masih sangat kurang dalam memanfaatkan IT, padahal di jaman ini penggunaan IT sudah mendekati keharusan dalam segala segi. Dengan IT, dunia medis diharapkan mampu lebih maju dan berkembang.</p>
<p><img src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00484.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Sesi ketiga bertajuk <strong>Magnificence of GIMP. </strong>Dari temanya, sudah dapat kita ketahui bahwa sesi ini akan mengeksplor kemampuan dari GIMP, sebuah software pengolah grafis yang cukup terkenal. Pengisi sesi ini adalah Pak Suwondo yang memang sudah sangat berpengalaman di bidang grafis. Satu hal yang sangat menarik dari beliau adalah prinsip beliau. Ketika seseorang ditanya tentang tool apa yang paling hebat untuk mendesain, banyak orang akan menjawab Photoshop, Corel, Gimp, Inkscape, dll tetapi beliau dengan tegas menjawab : Tool yang paling hebat adalah KREATIVITAS. Apapun software yang digunakan, selama kreativitas masih ada, maka tidak akan ada masalah.</p>
<p>Beliau kemudian menjelaskan tentang GIMP secara teknis, berbagai kelebihannya dibanding software lain. Prospek para desainer secara bisnis juga sempat disinggung, terkait desainer GIMP yang bersaing dengan desainer Photoshop misalnya. Beliau menjelaskan bahwa semua tetap kembali ke kreativitas sang desainer.</p>
<p>Sesi ini ditutup dengan sedikit demo menggunakan GIMP untuk melakukan manipulasi grafis seperti yang biasa dilakukan dengan Photoshop, dan memang hasilnya tidak kalah.</p>
<p><img src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00491.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Sesi terakhir menampilkan KPLI Solo yang membawakan tema <strong>Build SMS Gateway with Gammu &amp; Kalkun. </strong>Sesi ini lebih banyak berisi tentang penjelasan teknis pembuatan SMS gateway, mulai dari tools yang digunakan, instalasi, konfigurasi, serta pemanfaatan sms gateway dalam berbagai hal. Sesi ini berlangsung cukup lama, dan karena sudah sore, saya &amp; Radit memutuskan untuk ijin meninggalkan tempat sebelum acara selesai.</p>
<p><img src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00494.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Beberapa dokumentasi lain :</p>
<p><img src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00481.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><img src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00483.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><img src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00495.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/reportase-linux-release-party-di-uns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cek Status Batere Laptop di Gnome-Shell</title>
		<link>http://canggih.web.id/cek-status-batere-laptop-di-gnome-shell/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/cek-status-batere-laptop-di-gnome-shell/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 04:57:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[batere status]]></category>
		<category><![CDATA[gnome-shell]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Pertama mencoba gnome-shell, terasa ada yang kurang pada tampilan aplet. Ternyata tidak ada batere indikator. Belum tahu apa sebabnya. Mungkin karena gnome-shell menggunakan sistem notifikasi baru, tapi hal ini tetap tidak nyaman. Meskipun ketika batere tinggal 10%, akan ada notifikasi batere, tetapi kita tidak bisa secara langsung mengetahui tinggal berapa persenkah status batere sekarang, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama mencoba gnome-shell, terasa ada yang kurang pada tampilan aplet. Ternyata tidak ada batere indikator. Belum tahu apa sebabnya. Mungkin karena gnome-shell menggunakan sistem notifikasi baru, tapi hal ini tetap tidak nyaman. Meskipun ketika batere tinggal 10%, akan ada notifikasi batere, tetapi kita tidak bisa secara langsung mengetahui tinggal berapa persenkah status batere sekarang, karena hal itu dapat sangat berguna untuk memperkirakan penggunaan laptop.</p>
<p><span id="more-301"></span></p>
<p>Status dari batere yang digunakan, beserta informasi lain, sebenarnya telah disediakan oleh ubuntu di file :</p>
<p><strong>/proc/acpi/battery/BAT0/info</strong> dan <strong>/proc/acpi/battery/BAT0/state</strong></p>
<p>Dalam file-file tersebut terdapat informasi batere secara detail, termasuk status batere saat digunakan. Untuk mempermudah pembacaan, terutama status batere, saya buat program sederhana menggunakan python.</p>
<blockquote><p>#!/usr/bin/python<br />
fmax = open(&#8216;/proc/acpi/battery/BAT0/info&#8217;,'r&#8217;)<br />
fstate = open(&#8216;/proc/acpi/battery/BAT0/state&#8217;,'r&#8217;)<br />
tmax = fmax.read()<br />
tstate = fstate.read()<br />
tmax = tmax.replace(&#8216; &#8216;,&#8221;)<br />
tstate = tstate.replace(&#8216; &#8216;,&#8221;)</p>
<p>tmaxA = tmax.find(&#8216;y:&#8217;)<br />
tmaxB = tmax.find(&#8216;mA&#8217;)<br />
maxvalue = int(tmax[+tmaxA+2:+tmaxB])</p>
<p>tstateA = tstate.find(&#8216;y:&#8217;)<br />
tstateB = tstate.find(&#8216;mAh&#8217;)<br />
curvalue = int(tstate[+tstateA+2:+tstateB])</p>
<p>fmax.close()<br />
fstate.close()</p>
<p>print &#8220;&#8212;Battery State&#8212;&#8221;<br />
print &#8220;Max value:&#8221;,maxvalue<br />
print &#8220;Current value:&#8221;,curvalue<br />
print &#8220;Percentage:&#8221;,curvalue*100/maxvalue,&#8221;%&#8221;<br />
print &#8220;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-&#8221;</p></blockquote>
<p>Copy-Paste script diatas lalu simpan dalam file berekstensi .py kemudian eksekusi melalui terminal dengan super user mode :</p>
<blockquote><p>sudo python &lt;namafile&gt;.py</p></blockquote>
<p>Hasilnya semacam ini :</p>
<p><img src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Screenshot.png" alt="" /></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>Referensi : Pengalaman penulis</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/cek-status-batere-laptop-di-gnome-shell/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lain bengkel, lain pelayanannya</title>
		<link>http://canggih.web.id/lain-bengkel-lain-pelayanannya/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/lain-bengkel-lain-pelayanannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 22:52:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[bengkel]]></category>
		<category><![CDATA[lampu]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu hal menarik yang sempat saya alami dalam 2 minggu terakhir ini. Lampu depan motor saya mati 3x dalam 2 minggu, dan tiap mati selalu saya ganti. Masalah ini baru saya ketahui penyebabnnya setelah penggantian lampu yang terakhir. Hal yang menarik adalah, saya mengganti lampu pada 3 bengkel yang berbeda, dan jawaban yang diberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu hal menarik yang sempat saya alami dalam 2 minggu terakhir ini. Lampu depan motor saya mati 3x dalam 2 minggu, dan tiap mati selalu saya ganti. Masalah ini baru saya ketahui penyebabnnya setelah penggantian lampu yang terakhir. Hal yang menarik adalah, saya mengganti lampu pada 3 bengkel yang berbeda, dan jawaban yang diberikan petugas bengkelnya juga berbeda-beda ketika saya beri pertanyaan tentang mengapa lampu saya yang sering mati.</p>
<p><span id="more-298"></span>
<p>Pada bengkel pertama, pertanyaan saya dijawab dengan aksi, tapi bukan aksi menjawab pertanyaan saya, alias gak dijawab. Gak tahu, apakah karena beliau bingung atau sudah capek jadi males jawab. Soalnya waktu itu sudah gelap dan saatnya capek melanda. Beliau cuma beraksi mengganti lampu saja, tidak memberi penjelasan lebih. Saya khusnudzon saja, mungkin beliau sudah sangat capek seharian di bengkel.</p>
<p>Sekitar seminggu kemudian, lampu saya mati lagi dan saya pun menuju suatu bengkel. Pada bengkel kedua ini, pertanyaan saya dijawab dengan sangat mantap dan meyakinkan sekali tanpa terlihat keraguan sedikitpun. Beliau menjawab bahwa lampu yang selama ini saya gunakan kualitasnya tidak bagus, dan yang sekarang diberi lampu dengan kualitas bagus. Saya sudah sangat percaya, tapi hanya dalam hitungan jam, lampu saya mati lagi. Bener-bener sangat mengherankan. Padahal tadi beliau sudah sangat yakin memberi lampu yang bagus. Ya sudah, saya khusnudzon saja, mungkin beliau kurang pas dalam memasang lampunya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, saya pergi ke bengkel lagi. Di bengkel ketiga ini, terjadi peningkatan. Saya katakan luar biasa. Ketika saya beri pertanyaan, beliau menjawab dengan sangat detail, sampai-sampai saya tidak paham. &quot;Oo, ini masalah ini mas&#8230;bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;&quot;. Dan yang lebih membuat saya senang, beliau juga memberi solusi atas permasalahan saya. &quot;Saran saya mas, yang ini diganti, tapi klo tidak diganti gak papa asal&#8230;.bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;&quot;. Sungguh ramah beliau. Dan saya pun menuruti saran beliau yang kedua (yang pertama agak gak dong maksudnya..hehe), hasilnya dalam beberapa hari lampu saya masih nyala dengan normal.</p>
<p>Sekedar berbagi cerita.</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/lain-bengkel-lain-pelayanannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reportase : Natty Release Party di STTA Yogyakarta</title>
		<link>http://canggih.web.id/reportase-natty-release-party-di-stta-yogyakarta/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/reportase-natty-release-party-di-stta-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 00:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[release party]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Hari Sabtu, 14 Mei lalu, bertempat di STTA Yogyakarta, Komunitas Ubuntu Jogja bekerjasama dengan komunitas linux STTA mengadakan Natty Release Party. Acara ini merupakan release party yang pertama diadakan di jogja untuk versi natty ini. Tema &#8220;New Life with Ubuntu&#8221; diusung dalam acara yang terbagi dalam 3 sesi utama tersebut. Acara dimulai pukul 9, meskipun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- p, li { white-space: pre-wrap; } --><!--StartFragment-->Hari Sabtu, 14 Mei lalu, bertempat di STTA Yogyakarta, Komunitas Ubuntu Jogja bekerjasama dengan komunitas linux STTA mengadakan Natty Release Party. Acara ini merupakan release party yang pertama diadakan di jogja untuk versi natty ini. Tema <strong>&#8220;New Life with Ubuntu&#8221;</strong> diusung dalam acara yang terbagi dalam 3 sesi utama tersebut.</p>
<p><span id="more-289"></span></p>
<p><!-- p, li { white-space: pre-wrap; } --><!--StartFragment-->Acara dimulai pukul 9, meskipun di undangan jam 8, karena terjadi sedikit miss com antara pihak panitia dengan pemateri (komunitas ubuntu jogja). Diawali dengan sambutan dari Ketua Jurusan Informatika STTA, maaf lupa nama beliau, dilanjutkan dengan sambutan dari pihak ubuntu jogja yang diwakili oleh Hendra Indrianto.</p>
<p><!--EndFragment--></p>
<p><!-- p, li { white-space: pre-wrap; } --><!--StartFragment-->Sesi pertama acara inti diisi oleh Hendra dengan membawa topik P<strong>engenalan Ubuntu dan Internet Sehat</strong> dengan moderator Mubarok dan Acy. Pada sesi ini, dipaparkan mengenai asal mula ubuntu, dimulai dari pengenalan Linux, Debian, Ubuntu, sampai pada Natty 11.04 beserta fitur-fitur terbaru dalam rilis kali ini.</p>
<p><!--EndFragment--></p>
<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00447.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-290" title="DSC00447" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00447-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><!-- p, li { white-space: pre-wrap; } --><!--StartFragment-->Setelah sesi tanya jawab, Hendra melanjutkan dengan penjelasan sepintas tentang <strong>Internet Sehat</strong>. Bagaimana memanfaatkan internet yang benar agar tidak menjadi korban cyber crime yang sangat merajalela akhir-akhir ini. Penjelasan juga banyak ditekankan pada tools yang ada di ubuntu terkait persoalan tersebut, misal penggunaan Gnome Nanny sebagai parental control, dsb.</p>
<p>Sesi kedua diisi oleh Darman &amp; Aji Kisworo Mukti yang membawa tema <strong>Keamanan Wireless Hotspot dan Hacking dengan Ubuntu</strong>. Disini terjadi duet maut antara Darman dan Aji dalam menyampaikan materi, dimana mereka melakukan tanya jawab sendiri untuk menjelaskan pada audience. Penyampaiannya pun sering diselingi dengan guyonan yang cukup menghibur suasana. Materi yang dibawakan berkisar seputar pengenalan kemanan wireless yang ada sekarang seperti penggunaan WEP dan WPA, serta bagaimana cara untuk hack keamanan tersebut. Penjelasan tersebut menekankan bahwa ternyata wireless sangat rentan untuk di hack, sehingga Darman pun berkali-kali menyarankan untuk berhati-hati dalam memanfaatkan jaringan wireless. Telah banyak tools di internet yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan hacking, itulah mengapa kita harus waspada.<!--EndFragment--></p>
<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00460.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-291" title="DSC00460" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00460-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Sesi ketiga diisi oleh Iqbal Muhammad dengan tema <strong>Membangun Wireless Hotspot dengan Ubuntu</strong>. Setelah dijelaskan tentang keamanan pada sesi sebelumnya, kali ini Iqbal menjelaskan tentang bagaimana cara membuat sebuah wireless hotspot dengan mudah menggunakan ubuntu, termasuk juga dengan security nya.</p>
<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00470.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-292" title="DSC00470" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00470-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><!--EndFragment--></p>
<p><!-- p, li { white-space: pre-wrap; } --><!--StartFragment-->Acara diakhiri dengan acara santai diskusi peserta dengan komunitas ubuntu jogja terkait masalah-masalah teknis. Selain itu ada pula pembagian doorprize berupa buku dan kaos.</p>
<p>Beberapa dokumentasi :</p>
<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC004231.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-293" title="DSC00423" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC004231-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00448.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-294" title="DSC00448" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC00448-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC004311.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-295" title="DSC00431" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/05/DSC004311-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sekian. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/reportase-natty-release-party-di-stta-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan klakson di jalan raya</title>
		<link>http://canggih.web.id/penggunaan-klakson-di-jalan-raya/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/penggunaan-klakson-di-jalan-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 03:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan raya]]></category>
		<category><![CDATA[klakson]]></category>
		<category><![CDATA[lalu lintas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/penggunaan-klakson-di-jalan-raya/</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian ini pasti sering sekali kita lihat, disekitar kita, bahkan mungkin kita pernah menjadi &#8216;korban&#8217; atau &#8216;pelaku&#8217;. Di jalan raya, terutama pada pemberhentian bangjo, ketika lampu hijau pada bangjo telah menyala, pasti sering kita dengar bunyi klakson dari pengguna jalan, mengapa? Begitu mengherankan sebenarnya. Sepintas, dalih yang bisa diambil adalah bahwa pengguna yang membunyikan klakson [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="width: 150px; display: inline; float: left; height: 123px;" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2011/04/foto_diambil_dari_http_4_bp_blogspot_com_nre9tjmdwye_tfjv6khtg6i_aaaaaaaaduw_jldr84fkzek_s1600_klakson_jpg.jpg" alt="foto-diambil-dari-http-4-bp-blogspot-com-nre9tjmdwye-tfjv6khtg6i-aaaaaaaaduw-jldr84fkzek-s1600-klakson-jpg.jpg" width="150" height="123" />Kejadian ini pasti sering sekali kita lihat, disekitar kita, bahkan mungkin kita pernah menjadi &#8216;korban&#8217; atau &#8216;pelaku&#8217;. Di jalan raya, terutama pada pemberhentian bangjo, ketika lampu hijau pada bangjo telah menyala, pasti sering kita dengar bunyi klakson dari pengguna jalan, mengapa? Begitu mengherankan sebenarnya. Sepintas, dalih yang bisa diambil adalah bahwa pengguna yang membunyikan klakson itu mengingatkan pengguna di depannya bahwa lampu telah hijau dan diperbolehkan jalan. Tapi, apakah itu perlu?</p>
<p><span id="more-283"></span></p>
<p>Memang benar, kadang pengguna kendaraan memanfaatkan lampu merah sebagai sarana untuk istirahat, sehingga kadang tidak memperhatikan pergantian nyala lampu, tetapi apakah itu selalu terjadi? Memang benar, mungkin pengguna paling depan terlalu dekat dengan lampu sehingga agak kesulitan melihat lampu yang ada diatasnya, tetapi apakah hal itu yang menjadi sebab? Jika alasannya adalah pengguna tergesa-gesa, nyaris tidak masuk logika, karena klakson itu tidak akan mengubah kondisi ketergesa-gesaan kita.</p>
<p>Menurut pengamatan saya, mungkin dapat diteliti lebih lanjut, bukan hal diatas yang menjadi penyebabnya. Banyak pembunyi klakson yang melakukannya karena kebiasaan, saya tidak tahu apakah kebiasaan tergesa-gesa atau apapun itu, yang jelas ketika lampu hijau menyala, pengguna itu langsung saja pencet klakson dan hal itu tidak hanya dilakukan pengguna motor, beberapa pengguna mobil pun melakukan hal yang sama. Terkadang, bunyi klakson bisa sangat merugikan pengguna di depannya, selain bising juga kadang mengagetkan juga ada klakson tiba-tiba dari belakang. Apapun itu, saya berprasangka baik saja bahwa pengguna yang menyalakan klakson memang punya alasan kuat, misal untuk menyadarkan pengguna di depannya yang sedang ngantuk :)</p>
<p>Kita pindah ke kasus lain. Kejadian di bangjo mungkin agak bisa ditoleransi dengan berbagai alasan (meskipun saya tidak setuju sebenarnya), tetapi untuk kasus yang satu ini kadang (bahkan sering) membuat saya jengkel. Ada sebuah kendaraan, entah itu motor atau mobil, yang macet atau ban bocor atau apapun itu, secara mendadak di tengah jalan raya. Kita semua tahu bahwa si pengguna tidak mungkin menginginkan hal itu terjadi, dan di saat itu dia pasti berusaha secepat mungkin untuk menyingkir menuju tepi jalan. Saat itu, kita pasti bisa menebak apa yang terjadi. Serentetan bunyi klakson dari belakang bersahut-sahutan, biasanya pengguna mobil soalnya butuh tempat untuk lewat. Sangat mengherankan. Ibarat ada orang sakit kakinya disuruh lari. Masih lumayan jika klakson yang dibunyikan cuma sekali dan pendek, tapi kebanyakan tidak begitu, bahkan beberapa yang saya lihat, keluar juga klakson dari mulutnya. Benar-benar mengherankan. Jika memang alasannya tergesa-gesa (lagi-lagi tergesa-gesa), mengapa tidak membantu menepikan kendaraan itu saja? Bukankah itu justru lebih menyelesaikan masalah?</p>
<p>Seringkali saya merasa kasihan dengan &#8216;korban klakson&#8217; diatas, peribahasa &#8216;sudah jatuh tertimpa tangga&#8217; sudah tidak pas, lebih tepat &#8216;sudah jatuh tertimpa tangga berulang kali&#8217;. Dan yang sayakhawatirkan, hal itu menjadi budaya. Meskipun sebenarnya hal ini menarik untuk diteliti lebih lanjut. Ada yang tertarik?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/penggunaan-klakson-di-jalan-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Sony : Awal pendirian (Bagian 1)</title>
		<link>http://canggih.web.id/sukses-sony-awal-pendirian-bagian-1/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/sukses-sony-awal-pendirian-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 07:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[sony]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/sukses-sony-awal-pendirian-bagian-1/</guid>
		<description><![CDATA[Sony, tak perlu ditanya lagi tentang perusahaan ini. Nyaris segala bentuk produk elektronik yang kita lihat, Sony menjadi brand yang terdepan. Orang melihat label Sony dalam suatu produk sebagai sebuah jaminan tentang kehandalan dan kekuatan inovasi yang membuat hal itu menjadi prestis tersendiri. Bahkan tidak hanya dalam dunia elektronik, Sony pun turut meramaikan dunia entertainment [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Sony</strong>, tak perlu ditanya lagi tentang perusahaan ini. Nyaris segala bentuk produk elektronik yang kita lihat, Sony menjadi brand yang terdepan. Orang melihat label Sony dalam suatu produk sebagai sebuah jaminan tentang kehandalan dan kekuatan inovasi yang membuat hal itu menjadi prestis tersendiri. Bahkan tidak hanya dalam dunia elektronik, Sony pun turut meramaikan dunia entertainment dengan adanya Sony Music Entertainment dan Soni Pictures Entertainment, serta masih banyak lagi karya inovasi Sony yang dapat dikatakan merajai dunia saat ini. Tapi sejenak kita lupakan itu semua, kita tinggalkan kesuksesan luar biasa tersebut, kita lihat bagaimana perjuangan luar biasa dari awal hingga mencapai posisi saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-277"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masaru Ibuka dan Akio Morita</strong>, tentu menjadi dua orang paling berjasa atas keberadaan Sony saat ini. Merekalah para pendiri yang menancapkan nilai-nilai serta idealisme luar biasa, yang tidak hanya menjadi Sony begitu berjaya, namun juga berpengaruh besar terhadap iklim bisnis di Jepang yang hancur pada perang dunia II. Mereka bertemu di tengah peperangan, dimana keduanya bergabung dengan angkatan laut jepang yang memang membutuhkan para insinyur berbakat. Disana, Ibuka yang sedang mengerjakan sistem pendeteksi kapal selam mulai bertemu dengan Morita, seorang mahasiswa teknik elektronika berbakat di Osaka Imperial University yang sedang mengembangkan sistem pemandu pencari panas.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah perang selesai, dimana Jepang menjadi pihak yang kalah, Morita yang berasal dari keluarga mapan, tidak memilih untuk melanjutkan bisnis keluarganya, tetapi malah bergabung dengan Ibuka untuk memulai bisnis baru dari nol. Hal itu karena Morita tidak berminat pada sake, yang menjadi bisnis keluarganya, ia lebih menyukai elektronika. <strong>7 Mei 1946</strong>, <strong>Tokyo Telecommunications Engineering Corporation (Tokyo Tsushin Kogyo, atau biasa disebut Totsuko)</strong>, didirikan Ibuka dan Morita beserta tujuh teknisi. Totsuko merupakan sebuah toko kecil tempat perbaikan radio yang awalnya sebuah department store yang hancur akibat perang.</p>
<p style="text-align: justify;">Totsuko yang memiliki modal awal 190.000 yen, mendapat banyak dukungan, terkait luasnya network dari Ibuka dan Morita, baik dari keluarga terdekat, teman, sampai mantan Menteri Pendidikan saat itu, Tamon Maeda, yang tak lain adalah ayah mertua dari Ibuka, beserta banyak pihak lain. Mungkin kita sebut ini sebuah keberuntungan karena dukungan yang besar pada Ibuka dan Morita saat itu, tapi tentu hal itu tidak cukup untuk sebuah toko kecil di tengah hancurnya bisnis serta industri setelah perang. Dengan kerja keras dan serta idealisme konsep keluarga Sony (akan saya bahas pada bagian 2), Totsuko pun mulai dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan elektronika lain yang sudah mapan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pergantian Nama</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1953, ketika Morita berkunjung ke AS, terkait rencana untuk memasuki pasar internasional, ia menyadari bahwa nama Tokyo Tsushin Kogyo bukanlah nama yang mudah diucapkan dan diingat oleh masyarakat luar. Padahal untuk menjadi perusahaan berskala internasional, faktor nama sangat lah penting untuk menciptakan branding. Saat itu, Ibuka dan Morita mulai berpikir tentang nama baru yang mudah diingat dan diucapkan. Kriteria yang diinginkan mereka adalah bahwa nama itu harus menjadi simbol, mudah dikenal, serta dapat diucapkan dengan cara yang sama dalam bahasa manapun. Sampai suatu ketika mereka menemukan kata <strong>sonus</strong> yang berarti <strong>suara</strong>, hal ini sesuai dengan produk pertama mereka yang berupa radio transistor. Kata itupun disimpan sebagai pertimbangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, pada saat yang sama, di Jepang sedang populer menggunakan kata-kata slang dari bahasa Inggris, seperti kata <strong>sunny</strong> yang menjadi <strong>sonny, </strong>yang merujuk pada anak laki-laki yang ceria<strong>. </strong>Sampai-sampai para teknisi Totsuka pun menjuluki diri mereka sendiri dengan sebutan <strong>sonny-boys. </strong>Para pendiri menilai kata sonny ini mirip dengan kata sonus yang telah mereka pertimbangkan. Tetapi menjadi masalah baru, karena kata <strong>sonny</strong> akan diucapkan sebagai <strong>son-ni </strong>yang memiliki arti <strong>merugi. </strong>Tentu tidak mungkin memberi nama perusahaan dengan nama semacam itu. Akhirnya Morita memiliki ide untuk menghapus satu huruf <strong>n </strong>pada <strong>sonny, </strong>menjadi <strong>SONY, </strong>yang kemudian menjadi nama pengganti Totsuko hingga sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Nama itu memiliki kelebihan dibanding nama-nama lain yaitu, tidak mempunyai arti apapun selain nama itu sendiri dalam bahasa manapun. Selain itu, mudah diingat serta diucapkan, dan sangat pantas untuk menjadi nama yang bersaing di internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8211;bersambung ke bagian 2&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Luh, Shu Shin. <strong>The Sony Way. </strong>2008 : Darras Books</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/sukses-sony-awal-pendirian-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reportase : Seminar Managing Risk oleh Budi Satria Isman</title>
		<link>http://canggih.web.id/reportase-seminar-managing-risk/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/reportase-seminar-managing-risk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 11:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen resiko]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/kelebihan-kernel-linux-2/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Rabu, 9 Februari 2011, saya dan beberapa orang anggota komunitas Ubuntu Jogja (mas dedy, radith, iqbal, hendra, darmanex, dedi, dll) berkesempatan untuk menghadiri sebuah seminar yang diselenggarakan oleh perusahaan asuransi Avrist, yang bertajuk Business Opportunity Seminar, Managing Risk, &#8220;Kenapa Saya Harus Menjadi Entrepreneur?&#8221;. Acara tersebut berlokasi di Yogyakarta Plaza [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Rabu, 9 Februari 2011, saya dan beberapa orang anggota komunitas <strong>Ubuntu Jogja</strong> (mas dedy, radith, iqbal, hendra, darmanex, dedi, dll) berkesempatan untuk menghadiri sebuah seminar yang diselenggarakan oleh perusahaan asuransi <strong>Avrist</strong>, yang bertajuk <strong>Business Opportunity Seminar, Managing Risk, &#8220;Kenapa Saya Harus Menjadi Entrepreneur?&#8221;</strong>. Acara tersebut berlokasi di <strong>Yogyakarta Plaza Hotel Jalan Gejayan</strong>. Kami hadir atas ajakan dari <strong>JogjaIT</strong> yang memang mendapat beberapa slot undangan.</p>
<p><span id="more-273"></span></p>
<p>Menurut jadwal, acara dimulai pada pukul 13.30 dan dijadwalkan selesai pukul 18.00, meski yang kami ikuti tidak sesuai dengan yang tertera pada undangan tersebut. Seperti biasa, budaya tunggu-menunggu membuat kami baru bisa memasuki ruangan seminar pukul 2 lebih, untung tidak terlambat banyak. Peserta yang diundang memang tidak banyak, saya perkirakan tidak sampai 100 orang, yang kebanyakan tentu adalah para pebisnis muda dan sisanya adalah calon pebisnis (hehe&#8230;.termasuk saya mungkin).</p>
<p>Kami datang tepat ketika acara inti dimulai, yaitu seminar dari Pak <strong>Budi Satria Isman</strong>, <strong>mantan President Director PT Sari Husada, serta mantan Group Director Coca-Cola</strong>, yang sekarang menjawab sebagai <strong>BoD Avrist Assurance</strong>. Sebagai seorang yang sudah sangat berpengalaman dalam dunia bisnis, beliau pun bercerita panjang tentang pengalaman hidup beliau serta perjuangan-perjuangan yang telah dilalui untuk sampai pada posisi saat ini. Mulai dari perjuangan di masa kuliah sampai harus berjuang untuk melanjutkan studi di amerika, kemudian prinsip-prinsip beliau, sampai nasehat-nasehat dari orang tua yang cukup berpengaruh pada diri Pak Budi.</p>
<p>Beberapa hal yang disampaikan Pak Budi Satria Isman pada seminar tersebut yang dapat saya rangkum diantaranya :</p>
<ul>
<li>Seseorang harus berusaha menjadi orang yang risk taken, berani mengambil resiko dalam kehidupan, jangan hanya bermain pada comfort zone. Masalahnya rata-rata orang bukan bertipe risk taken. Disini, beliau menegaskan sebuah kalimat &#8220;Jangan pernah jadi orang rata-rata&#8221;. Dengan kata lain, kita diharapkan menjadi orang yang risk taken untuk bisa maju. Risk taken merupakan salah satu hal yang vital dalam bisnis.</li>
<li>Alasan menjadi pengusaha :
<ul>
<li>Indonesia butuh banyak pengusaha. Baru ada sekitar 0,2% pengusaha di Indonesia, padahal di negara maju minimal ada 2%, bahkan sudah ada yang mencapai 9-10%.</li>
<li>Salah satu pilihan dalam hidup</li>
<li>Kebebasan</li>
<li>Tidak dapat dipecat</li>
<li>Dapat langsung menjadi direktur/bos/CEO</li>
<li>Menciptakan lapangan kerja</li>
<li>Mensejahterakan masyarakat</li>
</ul>
</li>
<li>Syarat menjadi pengusaha :
<ul>
<li>Punya mimpi dan tujuan</li>
<li>Bisa membuat perencanaan</li>
<li>Berani bertindak</li>
<li>Keluar dari zona nyaman</li>
<li>Tidak takut gagal</li>
<li>Kerja keras dan disiplin</li>
<li>Bekerja di zona abu-abu</li>
<li>Networking</li>
<li>Bisa menjual</li>
<li>Bertanggung jawab</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Itu beberapa hal yang beliau sampaikan, jika saya bahas satu persatu nanti terlalu panjang dan melelahkan (bagi saya..hehe). Sebenarnya masih ada lagi materi yang beliau sampaikan, tetapi waktu itu saya meninggalkan lokasi sebelum acara selesai, sekitar pukul 5 sore karena beberapa hal, salah satunya karena saya merasa tidak enak badan dan agak pusing. Oya, disini tidak saya sertakan foto karena kemarin tidak sempat (lupa lebih tepatnya).</p>
<p>Sekian, semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/reportase-seminar-managing-risk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

