<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>canggih.web.id &#187; Tokoh</title>
	<atom:link href="http://canggih.web.id/category/tokoh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://canggih.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 12:39:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Al-Khawarizmi dan Matematika</title>
		<link>http://canggih.web.id/al-khawarizmi-dan-matematika/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/al-khawarizmi-dan-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 13:53:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Math]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Al-khawarizmi]]></category>
		<category><![CDATA[aljabar]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Secara tidak sengaja, saya menemukan sebuah artikel menarik tentang Al-Khawarizmi, seorang matematikawan muslim yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu matematika. Artikel yang saya baca ini memiliki judul yang sangat menarik : Dengan Aljabar Kau Kulamar. Disana diceritakan sedikit tentang sejarah dari Al-Khawarizmi, bagaimana beliau menjadi sangat terkenal dan berjasa besar. Jika kita mengacu pada kenyataan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/06/202313088.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-134  alignleft" title="202313088" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/06/202313088-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Secara tidak sengaja, saya menemukan sebuah artikel menarik tentang Al-Khawarizmi, seorang matematikawan muslim yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu matematika. Artikel yang saya baca ini memiliki judul yang sangat menarik : <a href="http://www.khabarislam.com/dengan-aljabar-kau-kulamar.html" target="_blank">Dengan Aljabar Kau Kulamar</a>. Disana diceritakan sedikit tentang sejarah dari Al-Khawarizmi, bagaimana beliau menjadi sangat terkenal dan berjasa besar.</p>
<p><span id="more-133"></span>Jika kita mengacu pada kenyataan di lapangan, memang tidak dapat dipungkiri bahwa bidang matematika adalah ilmu yang menjadi background dari semua ilmu sains, baik fisika, kimia, bahkan biologi sekalipun. Sebagaimana yang terdapat dalam artikel yang saya rujuk diatas, bahwa ada guyonan tentang matematika.</p>
<p>Orang yang pandai dalam matematika, biasanya menjadi insinyur atau pilot. Kemudian bagi yang sedang-sedang saja biasanya menjadi pedagang, sedangkan yang lemah menjadi politisi. Memang hal itu hanya sebagai guyonan, tidak bermaksud menyinggung. Tetapi bila dipahami lebih lanjut, dapat kita lihat bahwa matematika merupakan ilmu yang menjadi dasar. Sering saya mendengar beberapa celotehan, baik dari teman maupun saudara, bahwa jika kemampuan matematika seseorang itu bagus, maka ilmu-ilmu yang lain (terutama ilmu sains) juga pasti bagus dan biasanya orang tersebut juga tergolong cerdas, kalau tidak bisa disebut jenius. Setelah dipikir-pikir, ternyata ada benarnya juga walaupun memang ada pengecualiannya untuk beberapa tipe orang.</p>
<p>Kembali ke Al-Khawarizmi.</p>
<p>Salah satu kehebatan Al-Khawarizmi yang membuat beliau sangat dikenal adalah bahwa beliau berhasil menggabungkan antara ilmu <strong>geometri Yunani </strong>dan<strong> arimetika India. </strong>Pada masa Yunani kuno, para ahli matematika disana lebih suka berfilosofi dalam menggunakan ilmu geometri, sehingga mereka tidak mau ambil pusing dengan hal-hal yang dianggap rumit. Misalnya adalah bahwa mereka telah mampu mengetahui hubungan antara jari-jari lingkaran dan luas lingkaran, yaitu <strong>pi</strong>, tetapi mereka tidak mau ambil pusing tentang nilai pi yang kemudian mereka sebut dengan bilangan <em>trancendental </em>(hanya Tuhan yang tahu)<em>. </em>Sedangkan di India, perhitungan aljabar disana tidak digunakan untuk menyelesaikan perhitungan-perhitungan yang rumit. Nah, disinilah kemudian Al-Khawarizmi menggabungkan kedua ilmu tersebut.</p>
<p>Tentu kebanyakan dari kita telah tahu bahwa karya terbesar dari Al-Khawarizmi adalah sebuah buku perhitungan menggunakan angka India, tentang bagaimana menjumlah, mengurangi, mengalikan, dan membagi. Lambat laun, cara berhitung Al-Khawarizmi tersebut terkenal dengan nama <strong>algorizmus</strong> atau <strong>algoritma</strong>. Sedangkan buku yang lain, berjudul <strong>Aljabar wa al-Muqobalah, </strong>berisi tentang persamaan-persamaan beserta penyelesaiannya, yang kemudian terkenal dengan ilmu Aljabar hingga sekarang.</p>
<p>Bahkan, karena prestisiusnya ilmu Aljabar tersebut, pada masa rennaisance di Eropa, orang bisa melamar gadis dengan mengajar Aljabar. <img src='http://canggih.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Referensi : http://www.khabarislam.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/al-khawarizmi-dan-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Abul Wafa, Ilmuwan Trigonometri Muslim</title>
		<link>http://canggih.web.id/mengenal-abul-wafa-ilmuwan-trigonometri-muslim/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/mengenal-abul-wafa-ilmuwan-trigonometri-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 05:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Abul Wafa]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[trigonometri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail al-Buzjani lahir di Buzjan, Nisyapur pada 10 Juni 940 Masehi dan meninggal di 15 Juli 998 Masehi.  Beliau adalah seorang matematikawan besar dan astronom di Baghdad.  Pada awalnya, beliau belajar matematika di Baghdad kemudian pada tahun 959 pindah ke Irak dan tinggal di sana sampai akhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A<a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/05/159_Abul-Wefa.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-107  alignleft" title="159_Abul-Wefa" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/05/159_Abul-Wefa-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>bul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail al-Buzjani lahir di Buzjan, Nisyapur pada 10 Juni 940 Masehi dan meninggal di 15 Juli 998 Masehi.  Beliau adalah seorang matematikawan besar dan astronom di Baghdad.  Pada awalnya, beliau belajar matematika di Baghdad kemudian pada tahun 959 pindah ke Irak dan tinggal di sana sampai akhir hayat.</p>
<p><span id="more-106"></span></p>
<p>Abul Wafa memiliki kontribusi yang cukup besar dalam bidang matematika, terutama geometri dan trigonometri. Dalam geometri kontribusinya diantaranya solusi dari masalah geometri dengan pembukaan kompas; pembangunan persegi yang equivalen dengan persegi lainnya; polyhedra teratur;  konstruksi parabola oleh titik-titik dan solusi geometri dari persamaan:</p>
<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/05/pers.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-108" title="pers" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/05/pers.jpg" alt="" width="173" height="47" /></a></p>
<p>Kemudian kontribusi beliau dalam perkembangan trigonometri juga besar. Beliau adalah yang pertama menunjukkan secara umum teori sinus relatif terhadap segitiga bola. Beliau juga mengembangkan metode baru untuk membangun tabel sinus, nilai sin 30&#8242; yang benar sampai pada tempat desimal kedelapan. Selain itu, Abul Wafa juga mengembangkan hubungan untuk sinus (a +b) dan rumus:</p>
<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/05/pers2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-109" title="pers2" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/05/pers2.jpg" alt="" width="187" height="48" /></a></p>
<p>Selain itu, beliau membuat studi khusus dari tangen dan menghitung tabel garis singgung, memperkenalkan secant dan cosecant untuk pertama kalinya, mengetahui hubungan antara garis trigonometri.</p>
<p>Selain seorang matematikawan, Abul Wafa juga memberikan kontribusi terhadap astronomi. Dalam bidang ini beliau membahas berbagai pergerakan bulan, dan menemukan &#8220;variasi&#8221;. Beliau juga salah satu dari penerjemah bahasa Arab terakhir dan komentator karya-karya Yunani.</p>
<p>Abul Wafa menulis sejumlah besar buku-buku tentang matematika dan mata pelajaran lain, yang sebagian besar telah hilang atau ada dalam bentuk diubah. Kitab &#8216;Ilm al-Hisab, buku praktis berhitung, al-Kitab al-Kamil (Buku Lengkap), Kitab al-Handsa (Geometri Terapan). Selain itu, juga  menulis komentar-komentar kaya Euclid, Diophantos dan al-Khawarizmi, tapi semua telah hilang. Buku-buku yang sekarang masih ada Kitab &#8216;Ilm al-Hisab, Kitab al-Handsa dan Kitab al-Kamil. Apa yang Abul Wafa temukan terkait dengan bulan adalah sama dengan yang ditemukan oleh Tycho Brache enam abad kemudian.</p>
<p>Kontribusi Abul Wafa yang sangat signifikan hingga kini adalah bahwa beliau mengembangkan pengetahuan tentang secant dan cosecant untuk pertama kalinya, bahkan bagian yang cukup besar trigonometri saat ini dapat ditelusuri kembali kepadanya.</p>
<p><strong>Sumber :</strong></p>
<p><strong>http://www.ummah.net/history/scholars/BUZJANI.html</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/mengenal-abul-wafa-ilmuwan-trigonometri-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas tentang Ibn al Haytham/Alhazen</title>
		<link>http://canggih.web.id/sekilas-tentang-ibn-al-haythamalhazen/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/sekilas-tentang-ibn-al-haythamalhazen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 19:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[al-haytham]]></category>
		<category><![CDATA[alhazen]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Di Barat beliau dikenal sebagai Alhazen, Alhacen, atau Alhazeni. Nama Alhazen didapat dari nama beliau Al Hasan. Abu Ali al-Hasan bin al-Hasan Ibn al-Haytham, nama asli beliau,  adalah seorang ilmuwan muslim sekaligus orang pertama yang menguji hipotesis dengan eksperimen diverifikasi, mengembangkan metode ilmiah lebih dari 200 tahun sebelum ilmuwan Eropa mengetahui hal itu. Bahkan ilmuwan-ilmuwan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/02/225px-Ibn_al-Haytham.png"><img class="size-thumbnail wp-image-42 alignleft" title="225px-Ibn_al-Haytham" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/02/225px-Ibn_al-Haytham-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a>Di Barat beliau dikenal sebagai <strong>Alhazen, Alhacen, atau Alhazeni</strong>. Nama Alhazen didapat dari nama beliau Al Hasan. <strong>Abu Ali al-Hasan bin al-Hasan Ibn al-Haytham</strong>, nama asli beliau,  adalah seorang ilmuwan muslim sekaligus orang pertama yang menguji hipotesis dengan eksperimen diverifikasi, mengembangkan metode ilmiah lebih dari 200 tahun sebelum ilmuwan Eropa mengetahui hal itu. Bahkan ilmuwan-ilmuwan Eropa pun menggunakan buku-buku beliau.</p>
<p><span id="more-41"></span></p>
<p>Ibn al-Haytham lahir di <strong>Basra pada tahun 965</strong>, pertama kali belajar teologi, beliau berusaha namun gagal untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan antara sekte Shi&#8217;ah dan Sunnah. Ibn al-Haitham kemudian mengalihkan perhatian pada karya-karya Yunani kuno filsuf dan matematikawan, termasuk <em>Euclid</em> dan <em>Archimedes</em>. Ibn al-Haitham adalah orang pertama yang menerapkan aljabar geometri, mendirikan cabang matematika yang dikenal sebagai geometri analitik.</p>
<p>Pada studi besar tentang cahaya dan penglihatan, <strong>Kit?b al-Manâzir (Book of Optics)</strong>, Ibn al-Haytham mengajukan setiap hipotesis ke pengujian fisik atau bukti matematis. Untuk menguji hipotesis bahwa &#8220;cahaya dan warna tidak berbaur di udara,&#8221; misalnya, Ibn al-Haytham merancang kamera pertama di dunia, mengamati apa yang terjadi ketika cahaya sinar yang berpotongan di lubangnya, dan mencatat hasilnya. Sepanjang pengamatannya, Ibn al-Haytham mengikuti semua langkah-langkah metode ilmiah.</p>
<p>Kitab al-Manazir telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, <strong>De aspectibus</strong> dan dihubungkan dengan Alhazen pada akhir abad ketiga belas di Spanyol. Salinan buku tersebut beredar di seluruh Eropa. <strong>Roger Bacon</strong>, yang kadang-kadang dikreditkan sebagai ilmuwan pertama, menulis sebuah ringkasan dari Kitab al-Manazir berjudul <strong>Perspectiva (Optik)</strong> sekitar dua ratus tahun setelah meninggalnya Alhazen.</p>
<p>Ibn al-Haytham mengadakan banyak eksperimen untuk meneliti sifat-sifat cahaya selama 10 tahun selama beliau dipenjara sebagai orang gila di Cairo. Bagaimana Ibn al-Haytham datang ke Mesir, mengapa beliau dikatakan sebagai orang gila, dan bagaimana penemuannya menjadi suatu revolusi ilmiah, semuanya dijawab oleh <strong>Bradley Steffens </strong>dalam<em> </em><strong><em>Ibn al-Haytham: First Scientist</em>, the world&#8217;s first biography of the Muslim polymath</strong>.</p>
<p>Ibn al-Haytham sangat terkenal dalam hal fisika optic. Bahkan beliau disebut-sebut sebagai pionir dalam bidang tersebut. Salah satu hal yang sangat dikenal dari beliau adalah <strong>Alhazen’s Problem</strong> yang berbunyi :</p>
<p><strong><em>Given a light source and a spherical mirror, find the point on the mirror were the light will be reflected to the eye of an observer.</em></strong></p>
<p>Selain itu, Ibn al-Haytham memiliki banyak karya-karya lain yang sangat member pengaruh pada dunia ilmiah, diantaranya :</p>
<ul>
<li>Book of Optics</li>
<li><em>Analysis and Synthesis</em></li>
<li><em>Balance of Wisdom</em></li>
<li><em>Corrections to the Almagest</em></li>
<li><em>Discourse on Place</em></li>
<li><em>Exact Determination of the Pole</em></li>
<li><em>Exact Determination of the Meridian</em></li>
<li><em>Finding the Direction of Qibla by Calculation</em></li>
<li><em>Horizontal Sundials</em></li>
<li><em>Hour Lines</em></li>
<li><em>Doubts Concerning Ptolemy</em></li>
<li><em>Maqala fi&#8217;l-Qarastun</em></li>
<li><em>On Completion of the Conics</em></li>
<li><em>On Seeing the Stars</em></li>
<li><em>On Squaring the Circle</em></li>
<li><em>On the Burning Sphere</em></li>
<li><em>On the Configuration of the World</em></li>
<li><em>On the Form of Ecl</em><em>ipse</em></li>
<li><em>On the Light of Stars</em></li>
<li><em>On the Light of the Moon</em></li>
<li><em>On the Milky Way</em></li>
<li><em>On the Nature of Shadows</em></li>
<li><em>On the Rainbow and Halo</em></li>
<li><em>Opuscula</em></li>
<li><em>Resolution of Doubts Concerning the Almagest</em></li>
<li><em>Resolution of Doubts Concerning the Winding Motion</em></li>
<li><em>The Correction of the Operations</em><em> in Astronomy</em></li>
<li><em>The Different Heights of the Planets</em></li>
<li><em>The Direction of Mecca</em></li>
<li><em>The Model of the Motions of Each of the Seven Planets</em></li>
<li><em>The Model of the Universe</em></li>
<li><em>The Motion of the Moon</em></li>
<li><em>The Ratios of Hourly Arcs to their Heights</em></li>
<li><em>The Winding Motion</em></li>
<li><em>Treatise on Light</em></li>
<li><em>Treatise on Place</em></li>
<li><em>Treatise on the Influence of Melodies on the Souls of Animals</em></li>
</ul>
<p>Ibn al-Haytham  meninggal tahun 1040 di Cairo.</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<p><strong>http://www.ibnalhaytham.net/</strong></p>
<p><strong>http://www-history.mcs.st-and.ac.uk/Biographies/Al-Haytham.html</strong></p>
<p><strong>http://en.wikipedia.org/wiki/Alhazen</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/sekilas-tentang-ibn-al-haythamalhazen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas tentang Tsabit Al Qurra</title>
		<link>http://canggih.web.id/sekilas-tentang-tsabit-al-qurra/</link>
		<comments>http://canggih.web.id/sekilas-tentang-tsabit-al-qurra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 22:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[tsabit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://canggih.web.id/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[AlSabi’ Thabit ibn Qurra al-Harrani atau sering disebut Tsabit Al Qurra lahir pada tahun 836 M di Harran, Mesopotamia (sekarang Turki). Ada beberapa catatan sejarah yang mengatakan bahwa Tsabit muda adalah seorang money changer, tetapi banyak juga sejarawan yang tidak setuju atas pernyataan tersebut. Suatu ketika, seorang matematikawan muslim yang cukup besar, Muhammad bin Musa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Thabit.jpeg"><img class="size-full wp-image-26 alignleft" title="Thabit" src="http://canggih.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Thabit.jpeg" alt="" width="150" height="150" /></a>AlSabi’ Thabit ibn Qurra al-Harrani </strong>atau sering disebut Tsabit Al Qurra lahir pada tahun 836 M di Harran, Mesopotamia (sekarang Turki). Ada beberapa catatan sejarah yang mengatakan bahwa Tsabit muda adalah seorang money changer, tetapi banyak juga sejarawan yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.</p>
<p><span id="more-25"></span></p>
<p>Suatu ketika, seorang matematikawan muslim yang cukup besar, <strong>Muhammad bin Musa bin Syakir</strong>, ketika mengunjungi Harran, sangat terkesan dengan potensi yang dimiliki oleh Tsabit dan menyuruhnya untuk bergabung dengan sebuah kelompok ilmiah di Baghdad.</p>
<p>Di Baghdad inilah dia memberi kontribusi yang cukup besar dalam dunia ilmu pengetahuan khususnya bidang <em>matematika, astronomi, dan mekanika</em>. Selain itu ia juga menerjemahkan berbagai karya-karya dari bahasa Yunani ke bahasa Arab dengan kemampuan bahasanya yang juga tinggi.</p>
<p>Tsabit berperan penting dalam memperluas konsep tradisional untuk geometri aljabar geometri dan mengusulkan beberapa teori yang mengarah ke pembangunan non-Euclidean geometri, bola trigonometri, kalkulus dan integral bilangan real. Dalam bidang astronomi, dia termasuk orang yang membuat perubahan pada pandangan ptolomeus. Dia menganalisis beberapa masalah seperti pergerakan matahari dan bulan.</p>
<p>Tsabit meninggal dunia pada 18 Feb 901 di Baghdad. Salah satu karya yang paling terkenal dari Tsabit adalah teori <a title="Amicable Number" href="http://canggih.web.id/amicable-number/" target="_self">Amicable Number</a>.</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<p><strong><a title="http://www-history.mcs.st-and.ac.uk" href="http://www-history.mcs.st-and.ac.uk/Biographies/Thabit.html">http://www-history.mcs.st-and.ac.uk</a><a title="http://www.famousmuslims.com" href="http://www.famousmuslims.com/Thabit%20Ibn%20Qurra%20Ibn%20Marwan%20al-Sabi%20al-Harrani.htm"></a></strong></p>
<p><strong><a title="http://www.famousmuslims.com" href="http://www.famousmuslims.com/Thabit%20Ibn%20Qurra%20Ibn%20Marwan%20al-Sabi%20al-Harrani.htm">http://www.famousmuslims.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://canggih.web.id/sekilas-tentang-tsabit-al-qurra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

